Kurikulum D3 Anafarma

KURIKULUM PROGRAM D III ANALIS FARMASI DAN MAKANAN

No

Kode MK Mata Kuliah Bobot SKS SKS Teori SKS Praktek Kur. Inst Kur. Inti
MATA KULIAH PENGEMBANGAN DAN KEPRIBADIAN (MPK)
1 21APK1001 Pendididkan Agama 2 2     2
2 21APK2002 Pendidian Kewarganegaraan 2 2     2
3 21APK1003 Pendidikan Pancasila 2 2     2
4 21APK4004 Prakt. Bahasa Indonesia I 1   1 1  
5 20APK5006 Prakt. Bahasa Indonesia II 1   1 1  
6 21APK1005 Prakt. Bhs. Inggris I 1   1 1  
7 20APK6007 Prakt. Bhs. Inggris II 1   1 1  
  Jumlah 10 6 4 4 6
               
MATA KULIAH KEILMUAN DAN KETRAMPILAN  (MKK)
1 21BKK1001 Kimia Dasar 2 2     2
2 21BKK1002 Kimia Organik 2 2     2
3 21BKK1003 Kimia Fisika 2 2     2
4 21BKK1004 Kimia Analitik I 1 1     1
5 21BKK1012 Prakt. Kimia Analitik I 2   2   2
6 21BKK2013 Kimia Analitik II 1 1     1
7 21BKK2014 Prakt. Kimia Analitik II 2   2   2
8 21CKK1005 Biologi Dasar 2 2   2  
9 21AKK1006 Fisika Dasar 2 2     2
10 21AKK4007 Metodologi Penelitian & Statistika 2 2   2  
11 21CKK2008 Farmakognosi 2 2   2  
12 21CKK2015 Prakt. Farmakognosi 1   1 1  
13 21BKK2009 Kimia Farmasi 2 2     2
14 21BKK2016 Prakt. Kimia Farmasi 2   2   2
15 21AKK6010 Peraturan Perundang-undangan Hukum Kesehatan 2 2   2  
16 21EKK3011 Pengantar Sediaan Farmasi 2 2   2  
  Jumlah 29 22 7 11 18
               
MATA KULIAH KEAHLIAN BERKARYA (MKB)
1 21AKB1001 Teknik Komputasi 2   2 2  
2 21CKB2002 Teknik Pemisahan 2 2   2  
3 21CKB2008 Prakt. Teknik Pemisahan 2   2 2  
4 20CKB3003 Teknik Analisis Kromatografi I 2 2     2
5 20CKB3009 Prakt. Teknik Analisis Kromatografi I 2   2   2
6 20CKB4010 Prakt. Teknik Analisis Kromatografi II 2   2   2
7 20CKB3004 Mikrobiologi  & Tekn. Analisis Hayati I 2 2     2
8 20CKB3011 Prakt. Mikrobio  & Tekn. An. Hayati I 3   3   3
9 20CKB4012 Prakt. Mikrobio  & Tekn. An. Hayati II 3   3   3
10 21BKB2005 Teknik Analisis Fisika & Elektrokimia 2 2     2
11 21BKB2013 Prakt. Tekn. An. Fisika & Elektrokimia 3   3   3
12 20BKB3006 Teknik Analisis Spektrofotometri I 2 2     2
13 20BKB3014 Prakt. Tekn. Analisis Spektrofotometri I 2   2   2
14 20BKB4015 Prakt. Tekn. An. Spektrofotometri II 2   2   2
15 20BKB5007 Pengantar Teknologi Makanan I 1 1   1  
16 20BKB6016 Pengantar Teknologi Makanan II 1 1   1  
  Jumlah 33 12 21 8 25
               
MATA KULIAH PERILAKU BERKARYA (MPB)
1 20BPB4001 Analisis Obat  & Narkoba I 2 2     2
2 20BPB4007 Prakt. Analisis Obat  & Narkoba I 3   3   3
3 20BPB5008 Analisis Obat  & Narkoba II 2 2     2
4 20BPB5009 Prakt. Analisis Obat  & Narkoba II 3   3   3
5 20BPB5002 Analisis Makanan  & Minuman 2 2     2
6 20BPB5010 Prakt. Analisis Makanan  & Minuman 3   3   3
7 20BPB3011 Kimia Air 1 1     1
8 20BPB3012 Prakt. Kimia Air 2   2   2
9 20CPB4003 Fitokimia          
10 20CPB4013 Prakt. Fitokimia          
11 20CPB5014 Analisis Obat Tradisional 2 2     2
12 20CPB5015 Prakt. Analisis Obat Tradisional 3   3   3
13 20BPB5004 Analisis Kosmetika & Alat Kesehatan 2 2     2
14 20BPB5016 Prakt. Analisis Kos & Alat Kesehatan 3   3   3
15 21BPB4005 Kesehatan dan Keselamatan Kerja 1 1     1
16 21BPB1017 Prakt. Kes dan Keselamatan Kerja 1   1   1
17 21DPB3006 Farmakologi 2 2   2  
  Jumlah 35 15 20 2 33
MATA KULIAH BERKEHIDUPAN BERMASYARAKAT (MBB)
1 20EBB4001 Sistem Pemastian Mutu,Teknik Sampling & Manajemen Laboratorium 2

 

2

 

    2

 

2 21ABB6002 IKM dan Promosi Kesehatan 1 1   1  
3 21ABB6005 Prakt. IKM dan Promosi Kesehatan 1   1 1  
4 20ABB6003 Praktek Kerja Lapangan 5   5   5
5 20ABB6004 Karya Tulis Ilmiah 3   3   3
  Jumlah 12 3 9 2 10
               
  Jumlah Total 119 58 61 27 92
               
  Prosentasi   48,74 51,26 22,7 77,3

 

PEDOMAN ADMINISTRASI PENYELENGGARAAN PROGRAM PENDIDIKAN     

D III ANALIS FARMASI DAN MAKANAN YAYASAN PHARMASI SEMARANG

 

REGISTRASI MAHASISWA

 

  1. DASAR PEMIKIRAN
  2. Pada setiap awal semester, mahasiswa Prodi D III Analis Farmasi dan Makanan STIFAR “YAYASAN PHARMASI” Semarang diwajibkan untuk mendaftarkan kembali (herregistrasi) sebagai mahasiswa untuk semester yang sedang berjalan.
  3. Sehubungan dengan hal tersebut di atas, perlu adanya ketentuan pendaftaran ulang mahasiswa Prodi D III Analis Farmasi dan Makanan STIFAR “YAYASAN PHARMASI” Semarang.

 

  1. PENGERTIAN
  2. Registrasi mehasiswa adalah kegiatan yang dilaksanakan untuk mendaftar mahasiswa Prodi D III Analis Farmasi dan Makanan STIFAR “YAYASAN PHARMASI” Semarang pada semester yang akan berjalan.
  3. Registrasi mahasiswa dilakukan dalam tahapan :
  4. Registrasi Administrasi
  5. Registrasi Akademik

 

  1. TUJUAN

Tertatanya prosedur registrasi mahasiswa pada institusi Prodi D III Analis Farmasi dan Makanan STIFAR “YAYASAN PHARMASI” Semarang.

 

  1. SASARAN

Seluruh mahasiswa yang akan mengikuti proses pendidikan pada setiap semester pada institusi Prodi D III Analis Farmasi dan Makanan STIFAR “YAYASAN PHARMASI” Semarang.

 

  1. PELAKSANAAN
  2. Registrasi Administratif

Setiap mahasiswa membayar Uang Penyelenggaraan Pendidikan (UPP) melalui rekening Bank yang ditunjuk. Pada waktu melunasi kewajiban registrasi administrasi, mahasiswa akan mendapatkan Tanda Bukti Pembayaran, yang salinan / fotokopinya diserahkan ke bendahara  STIFAR “YAYASAN PHARMASI” Semarang.

  1. Registrasi Akademik.

Setiap mahasiswa yang telah melaksanakan registrasi administratif harus segera melaksanakan registrasi akademik di Prodi D III Analis Farmasi dan Makanan STIFAR “YAYASAN PHARMASI” Semarang.

 

  1. SANKSI
  2. Mahasiswa yang tidak melaksanakan kewajiban butir E.1 tidak akan mendapat tanda bukti pembayaran dan tidak dapat melaksanakan registrasi akademik.
  3. Mahasiswa yang tidak melaksanakan registrasi selama 2 (dua) semester berturut-turut, akan dicabut haknya sebagai mahasiswa Prodi D III Analis Farmasi dan Makanan STIFAR “YAYASAN PHARMASI” Semarang.
  4. Mahasiswa yang terlambat melaksanakan registrasi administrasi dari waktu yang telah ditentukan diwajibkan mengirimkan surat permohonan registrasi administrasi kepada Ketua Program Studi D III Analis Farmasi dan Makanan STIFAR “YAYASAN PHARMASI” Semarang.
  5. Mahasiswa yang mendapat cuti akademik tetap mempunyai kewajiban melaksanakan registrasi administrasi sesuai ketentuan yang berlaku.

 

CUTI AKADEMIK MAHASISWA

 

  1. DASAR PEMIKIRAN
  2. Pendidikan Tenaga Kesehatan mempunyai masa studi tertentu yang merupakan satu kesatuan secara keseluruhan dan berkesinambungan terus menerus.
  3. Mahasiswa pada Pendidikan Tenaga Kesehatan dapat mengajukan cuti akademik baik atas kemauannya sendiri maupun tidak atas kemauannya sendiri, oleh sebab pelaksanaan cuti akademik bagi mahasiswa perlu penataan secara tegas.

 

  1. PENGERTIAN
  2. Cuti Akademik adalah masa istirahat dari kegiatan akademik pada waktu tertentu selama mahasiswa yang bersangkutan mengikuti pendidikan di Prodi D III Analis Farmasi dan Makanan STIFAR “YAYASAN PHARMASI” Semarang
  3. Cuti Akademik dapat berupa cuti yang direncanakan maupun yang tidak direncanakan.

 

  1. TUJUAN

Tertatanya peraturan cuti Akademik mahasiswa Prodi D III Analis Farmasi dan Makanan STIFAR “YAYASAN PHARMASI” Semarang secara jelas.

 

  1. SASARAN

Mahasiswa Prodi D III Analis Farmasi dan Makanan STIFAR “YAYASAN PHARMASI” Semarang yang akan mengajukan cuti akademik.

 

  1. KETENTUAN CUTI AKADEMIK
  2. Diberikan kepada mahasiswa yang telah mengikuti pendidikan sekurang-kurangnya 1 (satu) semester.
  3. Cuti akademik diberikan maksimak sepanjang 2 (dua) semester secara berurutan atau tidak
  4. Jangka waktu cuti akademik diperhitungkan dakam batas waktu studi mahasiswa yang bersangkutan, kecuali cuti akademik karena tugas negara
  5. Cuti akademik diberikan dengan alasan :
  6. Sakit hingga lebih dari 1 (satu) bukan yang diperkuat dengan rekomendasi dari dokter.
  7. Tugas negara, dan surat tugas tersebut mendapat persetujuan Ketua Program Studi.
  8. Hamil dan atau melahirkan. Hal ini perlu didukung dengan rekomendasi dari dokter.
  9. Mahasiswa diwajibkan tetap membayar UPP (yang jumlahnya telah ditentukan) selama waktu cuti kuliah.

 

 

  1. PROSEDUR CUTI AKADEMIK
  2. Mahasiswa yang bersangkutan mengajukan permohonan tertulis kepada Ketua Program Studi yang diketahui okeh Dosen Pembimbing Akademik selambat-lambatnya 2 (dua) bulan sebelum dimulainya cuti akademik.
  3. Surat persetujuan cuti akademik disiapkan oleh bagian administrasi akademik dan kemahasiswaan dan ditandatangani oleh Ketua Program Studi.

 

Setelah menjalani cuti akademik mahasiswa berkewajiban melapor kembali secara tertulis kepada Ketua Program Studi untuk selanjutnya dibuatkan surat persetujuan kuliah kembali. Surat tersebut selanjutnya digunakan untuk registrasi akademik.

 

PENGGUNAAN PAKAIAN SERAGAM

 

  1. DASAR PEMIKIRAN

Dalam proses pembelajaran diharapkan terjadi perubahan sikap dan perilaku mahasiswa sesaui dengan nilai dan norma pendidikan. Upaya untuk mendukung perubahan sikap dan perilaku tersebut antara lain dilakuakan dengan pemeliharaan kedisiplinan dan penggunaan pakaian seragam mahasiswa. Dengan menggunakan pakaian seragam dapat memberi identitas dan menimbulkan rasa persatuan serta kesatuan mahasiswa.

 

  1. PENGERTIAN

Pakaian seragam adalah yang dikenakan mahasiswa pendidikan tenaga kesehatan yang mencakup keseragaman dalam rancang pola (desain), warna dan penggunaannya untuk masing-masing jenis program pendididkan.

 

  1. TUJUAN

Menumbuhkan kedisiplinan, rasa persatuan dan kesatuan serta identitas mahasiswa Prodi D III Analis Farmasi dan Makanan STIFAR “YAYASAN PHARMASI” Semarang dengan tidak menghalangi proses pembelajaran.

 

  1. SASARAN

Semua mahasiswa Prodi D III Analis Farmasi dan Makanan STIFAR “YAYASAN PHARMASI” Semarang yang sedang mengikuti dan menjalankan kegiatan pembelajaran formal.

 

  1. KETENTUAN PELAKSANAAN
  2. Pakaian seragam wajib digunakan oleh mahasiswa dalam mengikuti dan menjalankan kegiatan pembelajaran formal.
  3. Pakaian seragam yang digunakan disesuaikan menurut keperluan dan tempat pelaksanan pembelajaran.
  4. Pengadaan pakaian seragam diusahakan secara terkoordinasi oleh STIFAR “YAYASAN PHARMASI” Semarang.
  5. Pakaian seragam yang memiliki ciri keagamaan (jilbab) diwajibkan mengacu pada pedoman yang telah ada.
  6. Penggunaan cadar atau tutup muka serta hal-hal diluar ketentuan yang telah ditetapkan tidak diperkenankan dipergunakan mahasiswa Prodi D III Analis Farmasi dan Makanan STIFAR “YAYASAN PHARMASI” Semarang selama mengikuti proses pembelajaran.
  7. Biaya pembuatan pakaian seragam dibebankan kepada yang bersangkutan.
  8. Sanksi terhadap pelanggaran dan atau penyimpangan atas ketentuan pelaksanaan pakaian seragam, dijatuhkan oleh Ketua Program Studi  Akafarma D III Analis Farmasi dan Makanan STIFAR “YAYASAN PHARMASI” Semarang

 

PAKAIAN SERAGAM UNTUK

PROGRAM STUDI D III ANALIS FARMASI DAN MAKANAN

STIFAR ”YAYASN PHARMASI” SEMARANG

 

Tempat Penggunaan Macam dan Warna Pakaian
Laki-laki Perempuan
Kemeja Celana panjang Lain-lain Rok Blus Lain-lain
Kelas :

– Senin – Selasa

– Rabu – Kamis

– Jumat

– Sabtu

Laboratorium :

– Senin – Selasa

– Rabu – Kamis

– Jumat

– Sabtu

 

 

Putih

Putih

Putih

Bebas

 

Putih

Putih

Putih

Bebas

 

Coklat susu

Hitam

Bebas

Bebas

 

Coklat susu

Hitam

Bebas

Bebas

 

 

 

Lab. Jas

Lab. Jas

Lab. Jas

Lab. Jas

 

Coklat susu

Hitam

Bebas

Bebas

 

Coklat susu

Hitam

Bebas

Bebas

 

Putih

Putih

Putih

Bebas

 

Putih

Putih

Putih

Bebas

 

 

 

Lab. Jas

Lab. Jas

Lab. Jas

Lab. Jas

PENGHARGAAN DAN SANKSI

  1. DASAR PEMIKIRAN
  2. Pendidikan tenaga kesehatan mempunyai tanggung jawab untuk mempersiapkan mahasiswa menjadi tenaga kesehatan yang berjiwa naional dan wirausaha, dapat diandalkan secara profesional secara dan memiliki rasa etis guna mengemban tugas dan melaksanakan pembanguan  kesehatan.
  3. Dalam rangka memnghasilkan lulusan sesuai dengan tujuan pendidikan tenaga kesehatan, perlu dipelihara dan dibina terwujudnya kedisiplinan mahasiswa terhadap ketentuan pendidikan yang berlaku.
  4. Untuk memelihara dan membina kedisiplinan mahasiswa dalam mengikuti pendidikan perlu adanya pedoman yang mengatur sanksi terhadap penyimpangan dan pelanggaran ketentuan pendidikan yang berlaku serta pemberian penghargaan atas prestasi yang dicapai.

 

  1. PENGERTIAN
  2. Penghargaan bagi mahasiswa adalah tindakan pemberian imbalan atas prestasi yang luar biasa, sikap dan perbuatan terpuji, keteladanan serta kedisiplinan.
  3. Sanksi bagi mahasiswa adalah tindakan-tindakan yang ditujukan kepada mahasiswa karena penyimpangan dan atau pelanggaran yang dilakukan terhadap ketentuan-ketentuan pendidikan yang berlaku baik ketentuan-ketentuan administratif maupun teknik.

 

  1. TUJUAN

Memelihara dan membina pelaksanaan ketentuan-ketentuan penyelenggaraan pendidikan guna menghasilkan lulusan yang  berjiwa nasional, berkemampuan profesional  dan menjunjung tinggi etika.

 

  1. SASARAN

Mahasiswa yang melakukan penyimpangan dan atau pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan pendidikan yang berlaku serta mahasiswa yang mempunyai prestasi luar biasa, sikap dan perbuatan yang terpuji, keteladanan serta kedisiplinan yang tinggi.

 

  1. BENTUK KEBERHASILAN DAN PENGHARGAAN
  2. Keberhasilan dalam bentuk prestasi luar biasa yaitu pencapaian indeks prestasi kumulatif (IPK) dalam 1 (satu) tahun atau 2 (dua) semester ³ 3,50 dapat diberi penghargaan sesuai dengan kemampuan masing-masing institusi pendidikan. Penghargaan itu dapat berupa antara lain pembebasan dari kewajiban membayar biaya penunjang penyelenggaraan paling lama 1 (satu) semester.
  3. Keberhasilan dalam bentuk sikap dan perbuatan terpuji, keteladanan dan kedisiplinan yang tinggi yang kriteria dan penilaiannya ditetapkan oleh Ketua Program Studi, diberi penghargaan berupa piagam atau hadiah berupa barang-barang atau dalam bentuk lain.

 

  1. BENTUK PENYIMPANGAN DAN PELANGGARAN MAHASISWA DAN SANKSI
  2. Penyimpangan dan pelanggaran administratif.
  3. Tidak melakukan daftar ulang pada awal perkuliahan, tidak diperkenankan mengikuti kuliah pada semester yang bersangkutan.
  4. Terlambat membayar biaya pendidikan sampai batas waktu 1 (satu) bulan dari waktu yang telah ditetapkan, diberi sanksi tidak boleh mengikuti ujian harian.
  5. Terbukti melakukan tindakan / perbuatan asusila dan atau kriminal, diberikan sanksi paling berat dikeluarkan dari pendidikan.
  6. Menikah selama dalam pendidikan, diberikan samksi dikeluarkan dari pendidikan.
  7. Mahasiswa ijin/tugas belajar yang sudah menikah, ternyata hamil diberikan sanksi cuti pendidikan paling lama 2 (dua) semester kemudian boleh mengikuti pendidikan lagi di tingkat yang sama seperti sebelum dikenakan cuti tanpa perpanjangan dari masa studi maksimal yang ditetapkan.
  8. Penyimpangan-peyimpangan dan atau pelanggaran administratif lain yang belum diatur dalam pedoman ini atau peraturan-peraturan lainnya, diatur tersendiri oleh Ketua Program Studi dengan sepengetahuan Kepala Dinas Kesehatan Propinsi yang bersangkutan.
  9. Peyimpangan dan pelanggaran teknik.
  10. Tidak hadir terus-menerus tanpa pemberitahuan sampai dengan :

1)         3 (tiga) hari, diberi teguran lisan bagi yang bersangkutan.

2)         4 (empat) s/d 6 (enam) hari, diberi sanksi penugasan oleh pembimbing mahasiswa yang bersangkutan dan pemberitahuan tertulis kepada orang tua / wali.

3)         7 (tujuh) hari atau lebih tetapi masih dalam batas presentasi 75% atau lebih diberi sanksi lebih dari 1 (satu) penugasan oleh pembimbing sekolah dari mahasiswa yang bersangkutan dan pemberitahuan tertulis kepada orang tua / wali.

  1. Tidak mengikuti pembelajaran selama 1 (satu) semester tanpa pemberitahuan, diberikan sanksi dikeluarkan dari pendidikan.
  2. Mengikuti kegiatan pembelajaran kurang dari 75% diberi sanksi tidak boleh mengikuti ujian semester.
  3. Melampaui batas waktu terpanjang penyelesaian studi sesuai dengan ketentuan dalam kurikulum, diberi sanksi dikeluarkan dari pendidikan.
  4. Penyimpangan-penyimpangan dan atau pelanggaran teknik akademik lain yang belum diatur didalam pedoman ini atau peraturan-peraturan pendidikan lainnya diatur terinci oleh pimpinan institusi pendidikan masing-masing dengan sepengetahuan Kepala Kantor Wilayah Departemen Kesehatan Propinsi.
  5. PELAKSANAAN
  6. Pejabat yang memberi sanksi yang  bersifat administratif maupun teknik akademik adalah Ketua Program Studi yang bersangkutan sepengetahuan Kepala Dinas Kesehatan Propinsi setempat.
  7. Pejabat yang memberikan penghargaan atas prestasi luar biasa, sikap dan perbuatan terpuji, keteladanan serta kedisiplinan yang tinggi adalah Ketua Program Studi yang bersangkutan

HAL-HAL LAIN :

Bagi para tenaga pengajar/dosen pendidikan tenaga kesehatan ketentuan kehadiran sangat menentukan keberhasilan proses pembelajaran. Oleh karena itu kehadiran dosen dalam kegiatan pembelajaran minimal harus mencapai presentasi 75% dari keseluruhan jumlah tatap muka yang diberikan. Apabila tidak dapat terpenuhi maka dosen yang bersangkutan diharapkan mengupayakan jam tambahan di luar jam yang telah ditetapkan tanpa mengganggu kegiatan pembelajaran lainnya.

PERSYARATAN

PESERTA UJIAN SEMESTER 

  1. Terdaftar sebagai mahasiswa aktif semester yang berjalan di Prodi D III Analis Farmasi dan Makanan STIFAR “YAYASAN PHARMASI” Semarang.
  2. Memiliki kartu mahasiswa yang masih berlaku dan sah.
  3. Memenuhi persyaratan minimal tentang jumlah kehadiran dalam perkuliahan teori yang telah ditentukan, yaitu 75 % dari total pelaksanaan perkuliahan dan untuk praktikum 100 % dari total pelaksanaan praktikum .
  4. Telah melunasi biaya perkuliahan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  5. Telah menyelesaikan seluruh tugas/laporan yang telah ditentukan oleh dosen pengampu.

PERSYARATAN

PESERTA PRAKTEK KERJA LAPANGAN

Syarat mengikuti Praktek Kerja Lapangan ( PKL ) :

  1. Sampai dengan semester IV telah menempuh minimal 80 sks
  2. IP Kumulatif sampai dengan semester IV ≥ 2.01
  3. Telah mengikuti Mata Kuliah Keahlian Berkarya ( MKB ) yang meliputi Teknik Komputasi, Teknik Pemisahan, Teknik Analisis Kromatografi, Mikrobiologi & Teknik Analisis Hayati, Teknik Analisis Fisika & Elektrokimia, Teknik Analisis Spektrofotometri

PERSYARATAN

PESERTA KARYA TULIS ILMIAH

Syarat mengikuti Karya Tulis Ilmiah :

  1. Telah mengikuti Praktek Kerja Lapangan ( PKL )
  2. Sampai dengan semester V sudah menempuh minimal 100 sks

3.    IP Kumulatif sampai dengan semester V ≥ 2.01