Kolaborasi Dosen dan Praktisi, STIFAR Kembangkan Bank Soal OSCE dan CBT Berbasis Kasus untuk Pendidikan Profesi Apoteker

BERITA AKADEMIK PROFESI APOTEKER WORKSHOP

Kolaborasi Dosen dan Praktisi, STIFAR Kembangkan Bank Soal OSCE dan CBT Berbasis Kasus untuk Pendidikan Profesi Apoteker

Penguatan kualitas evaluasi pembelajaran melalui kolaborasi dosen dan praktisi kefarmasian untuk mempersiapkan calon apoteker yang kompeten dan profesional.

Semarang 7 November 2026 08.00–15.00 WIB
2 Materi Utama
9 Praktisi Kefarmasian
OSCE + CBT Fokus Workshop

SEMARANG – Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (STIFAR) Yayasan Pharmasi Semarang menyelenggarakan Workshop Penyusunan Soal Objective Structured Clinical Examination (OSCE) dan Computer-Based Test (CBT) bagi Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker pada Sabtu, 7 November 2026, pukul 08.00–15.00 WIB. Kegiatan ini merupakan langkah strategis STIFAR dalam meningkatkan kualitas instrumen evaluasi pembelajaran sekaligus memperkuat kesiapan calon apoteker dalam menghadapi uji kompetensi melalui sistem penilaian yang terstandar, komprehensif, dan sesuai dengan kebutuhan praktik kefarmasian.

Penguatan Mutu Pendidikan Profesi Apoteker

Kegiatan workshop dibuka dengan sambutan Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, Dr. apt. Endang Dwi Wulansari, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya penyusunan instrumen ujian yang berkualitas sebagai bagian integral dari proses pendidikan profesi apoteker.

Soal OSCE dan CBT tidak hanya berfungsi sebagai alat evaluasi capaian pembelajaran, tetapi juga menjadi instrumen untuk memastikan bahwa calon apoteker memiliki kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional yang dibutuhkan dalam menjalankan praktik kefarmasian.

Workshop ini memiliki tujuan utama untuk meningkatkan persepsi dan pemahaman para penulis soal mengenai penyusunan soal berbasis kasus (case-based questions) yang sesuai dengan kompetensi calon apoteker. Pendekatan berbasis kasus dipandang penting agar soal yang dikembangkan tidak sekadar menguji kemampuan mengingat teori, tetapi juga mampu mengukur kemampuan analisis, pengambilan keputusan, dan penyelesaian permasalahan kefarmasian dalam situasi praktik yang sesungguhnya.

Dua Materi Utama Workshop

Workshop menghadirkan dua materi utama yang berfokus pada pengembangan instrumen evaluasi kompetensi calon apoteker.

MATERI 01 — OSCE

Dr. apt. Endang Diyah Ikasari, M.Si.

Penyusunan Soal OSCE meliputi prinsip dan mekanisme penyusunan soal, pengembangan skenario kasus, penentuan kompetensi yang diujikan, penyusunan instruksi peserta, serta rubrik penilaian (assessment checklist) yang objektif dan terukur.

Peserta diharapkan mampu mengembangkan stasiun OSCE yang representatif dalam mengukur keterampilan dan kompetensi praktik calon apoteker.

MATERI 02 — CBT

apt. Tris Harni Pebriani, M.Pharm.Sci.

Penyusunan Soal CBT berfokus pada prinsip penyusunan soal berbasis komputer, pengembangan soal pilihan ganda berbasis kasus, kesesuaian soal dengan capaian pembelajaran, serta penerapan kaidah penulisan soal yang baik.

Materi ini bertujuan menghasilkan instrumen evaluasi berkualitas yang mampu mengukur kompetensi calon apoteker secara tepat.

Kolaborasi Dosen dan Praktisi Kefarmasian

Salah satu aspek penting yang menjadi perhatian dalam workshop ini adalah penguatan kolaborasi antara dosen dan praktisi kefarmasian. STIFAR mengundang sembilan praktisi dari berbagai sektor, meliputi industri farmasi, pelayanan kesehatan primer, apotek, dan rumah sakit.

Keterlibatan praktisi ini diharapkan dapat menghasilkan soal yang tidak hanya kuat secara teoritis dan akademis, tetapi juga mencerminkan permasalahan nyata yang dihadapi apoteker dalam menjalankan praktik profesinya.

01
apt. Kristanto, S.Farm., M.M., CSCM. PT. Nufarindo
02
apt. Bogie Subtianto Indrawan, S.Farm. PT. Sampharindo Retroviral Indonesia
03
apt. Devy Martina, S.Farm. PT. Phapros
04
apt. Linda Juli Astuti, S.Farm. PT. Nufarindo
05
apt. Nino Suryaning K, S.Farm. Puskesmas Bulusan
06
apt. Titis Nugraheni, S.Farm. Apotek Delta Sehat
07
apt. Jainuri Erik Pratama, M.Farm.Klin. RSUP Dr. Kariadi
08
apt. C. Mutiarawati, M.Si. RSUD dr. Adhyatma MPH
09
apt. Christina Wijayanti, S.Farm. RS Hermina Banyumanik

Kolaborasi dosen dan praktisi dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memperkaya perspektif penyusunan soal dari berbagai bidang kompetensi kefarmasian. Dengan adanya kontribusi praktisi, substansi soal diharapkan semakin kontekstual, aplikatif, dan relevan dengan dinamika dunia kerja, baik di industri farmasi maupun fasilitas pelayanan kesehatan.

Pengembangan Bank Soal Berkelanjutan

Selain meningkatkan kapasitas penulis soal, workshop ini juga diarahkan untuk membangun bank soal yang terstruktur dan berkelanjutan. Bank soal tersebut diharapkan memuat berbagai bidang kompetensi apoteker sehingga dapat dimanfaatkan secara berkesinambungan untuk pelaksanaan evaluasi pembelajaran maupun uji kompetensi apoteker, baik pada tingkat internal institusi maupun regional.

Target Luaran Workshop

Bank Soal Berbasis Kasus

Kumpulan soal yang representatif terhadap kompetensi calon apoteker.

Selaras UKOMNAS PPDA

Penyusunan soal sesuai blueprint Uji Kompetensi Nasional Peserta Didik Program Profesi Apoteker.

Evaluasi Terstandar

Pengembangan sistem penilaian yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.

Sebagai target luaran, kegiatan ini diharapkan menghasilkan kumpulan soal berbasis kasus yang representatif terhadap kompetensi apoteker dan sesuai dengan blueprint Uji Kompetensi Nasional Peserta Didik Program Profesi Apoteker (UKOMNAS PPDA). Luaran tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi STIFAR dalam mempersiapkan sistem evaluasi pendidikan profesi apoteker yang lebih terarah, terukur, dan selaras dengan standar kompetensi nasional.

Komitmen STIFAR untuk Pendidikan Berkualitas

Melalui workshop ini, STIFAR Yayasan Pharmasi Semarang menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan profesi apoteker melalui penguatan kapasitas dosen, sinergi dengan praktisi, serta pengembangan instrumen evaluasi yang berkualitas.

Kolaborasi antara dunia akademik dan dunia praktik diharapkan mampu menghasilkan sistem penilaian yang tidak hanya mengukur penguasaan teori, tetapi juga kesiapan calon apoteker dalam menghadapi berbagai tantangan praktik kefarmasian.

Bersama akademisi dan praktisi, STIFAR terus berinovasi dalam mempersiapkan calon apoteker yang kompeten, profesional, dan siap menghadapi tantangan dunia kefarmasian.

STIFAR – Lifelong Innovation for Excellent.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *