Kuliah Umum: Mental Tangguh dan Etika AI, Bekal Mahasiswa Farmasi Hadapi Masa Depan
Mental Tangguh dan Sahabat AI: Bekal Mahasiswa Farmasi Hadapi Masa Depan
Bagaimana cara menjadi mahasiswa yang sehat mental, percaya diri, dan siap menghadapi tantangan dunia farmasi di era digital? Pertanyaan itu terjawab dalam kuliah umum bertajuk “Navigating College Life: Building Mental Health Resilience and Using AI Ethically for Your Future in Pharmacy” yang digelar STIFAR Yaphar Semarang pada Sabtu, 6 September 2025 di Aula SMK Yaphar Semarang
Suasana ruang kuliah terasa hidup ketika Dra. Darosy Endah Hyoscyamina, M.Pd. tampil sebagai pembicara pertama. Dengan gaya yang hangat, beliau mengingatkan mahasiswa bahwa kunci sukses tidak hanya terletak pada penguasaan ilmu, tetapi juga pada keterampilan dan sikap (attitude).
“Potensi diri harus diberdayakan. Percaya diri, soft skill, technical skill, dan komunikasi adalah modal utama. Jangan lupa buatlah rencana ke depan, kelola waktu dengan baik, dan jadilah sebab kebaikan,” pesannya yang disambut tepuk tangan peserta.
Setelah membahas soal mental tangguh, giliran I Made Andi Arsana, S.T., M.E., Ph.D. hadir dengan perspektif berbeda: kecerdasan buatan (AI). Membawakan materi “Smart Use of AI: Building Trust and Honesty as A Pharmacy Student,” ia membuka mata mahasiswa tentang realitas AI di masa kini dan mendatang.
“AI lebih cepat, lebih murah, dan tidak pernah protes. Maka pertanyaannya, bagaimana kita menyikapinya? Karena AI adalah kenyataan,” ujarnya.
Ia menggambarkan AI layaknya seorang chef yang memiliki big data, sementara manusia memiliki sesuatu yang tak tergantikan: nurani. AI memang bisa bekerja cepat, akurat, dan presisi, bahkan berpotensi besar dalam manajemen medikasi dan alur kerja farmasi. Namun, ia juga punya sisi gelap—seperti halusinasi, ketidakakuratan, hingga bahaya jika disalahgunakan.
“AI harus kita anggap sahabat baik. Sahabat tidak membuat kita bergantung, tetapi mendorong kita menjadi lebih mandiri. Peran profesional sejati adalah menjadi jembatan antara kebenaran manusia dan output mesin. AI adalah pertanyaan, kita adalah jawabannya,” pungkasnya.
Kuliah umum ini meninggalkan pesan mendalam: mahasiswa farmasi dituntut untuk membangun mental yang tangguh sekaligus bersikap cerdas dan etis dalam menggunakan AI. Sebuah kombinasi yang akan menjadi bekal berharga untuk masa depan profesi farmasi.


Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayaysan Pharmasi Semarang. Semarang , 06 Seprtember 2025
